Pages

Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 November 2012

Profil Biografi Jokowi


BIOGRAFI
Ir. Joko Widodo lahir di Surakarta, 21 Juni 1961 ini lebih dikenal dengan nama julukan Jokowi, adalah walikota Kota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bhakti 2005-2015. Wakil walikotanya adalah F.X. Hadi Rudyatmo. Ia dicalonkan oleh PDI-P dalam menjambat sebagai walikota Solo.
 
Nama Lengkap : Joko Widodo
Alias : Jokowi
Kategori : Politikus
Agama : Islam
Tempat Lahir : Surakarta, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Rabu, 21 Juni 1961
Zodiac : Gemini
Hobby : Membaca | Traveling
Warga Negara : Indonesia

Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Ketika mencalonkan diri sebagai walikota, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini, bahkan hingga saat ia terpilih. Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa sebagai contoh ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka hingga disiarkan oleh televisi lokal, dengan masyarakat.

Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman kembali. Jokowi juga tak segan meninggalkan investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006.

Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 lalu. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegara terbilang sangat sukses dan berhasil.

Jokowi yang berlatar belakang pebisnis kayu untuk produk ekspor ini juga banyak bertolak belakang dengan pemimpin daerah lain. Ketika yang lain bangga memamerkan berapa hypermart yang sudah diresmikan, Jokowi justru menyetopnya. Dia lebih suka memberdayakan pasar tradisional, karena selain memberi manfaat pada masyarakat juga memberikan pemasukan besar buat Pemerintah Kota.

Menurut Jokowi, tidak mudah mengelola Solo. Berbagai tradisi kekerasan sudah cukup mengakar di kota itu, terakhir yang sangat tragis adalah ketika kerusuhan 1998. Bahkan segala sesuatu yang ekstrem ada di sana, ekstrem kiri ada, ekstrem kanan banyak, lengkaplah. Tapi ternyata jika dengan memberi contoh yang baik, masyarakat juga akan mengikuti.

Kini Solo telah banyak berubah. Meskipun jangan dibayangkan kota ini sudah menjadi kota seperti di Eropa, misalnya. Pemandangan wilayah yang kumuh dan tak tertata masih bisa ditemukan, begitu pula pedagang kaki lima (PKL). Tapi, jika dibandingkan dengan sebelumnya, semuanya sudah jauh lebih baik.

Karena itulah, Jokowi akan menjadikan Solo sebagai kota MICE (meeting, conference, incentive, exhibition). Keberhasilan Solo menjadi tuan rumah Konferensi Organisasi Kota-Kota Warisan pada Oktober 2006 dan tuan rumah Festival Musik Dunia pada 2007 membuktikan bahwa kota yang mengusung moto 'Solo, The Spirit of Java' layak menjadi kota MICE.

Jokowi juga terus mengembangkan Solo menjadi kota wisata. Sektor kuliner yang selama ini menjadi andalan wisata akan makin terus dikembangkan. Begitu juga wisata budaya yang menjadi andalan. Tak terkecuali wisata belanja dengan menjual Klewer sebagai ikonnya. Dengan makin banyaknya aktivitas, maka tingkat hunian bisa mencapai 90 persen menurut Joko yang suka mengisi waktu luangnya dengan membaca.

Mengaku banyak mendapatkan inspirasi dari bacaan ringannya, Jokowi menerapkan tiga prinsip dalam menjalankan kebijakannya. Pertama dalam membangun citra, dia menerapkan pengalaman dalam berbisnis, yaitu manajemen sebuah produk.

Saat seorang pedagang mampu meyakinkan konsumen dengan unggulan produknya, secara otomatis akan terbangun manajemen pencitraan. Itulah prinsip kedua, branding.

Maka, warga Solo maupun wisatawan yang berkunjung Solo ini tak akan menemukan baliho maupun spanduk pencitraan dengan wajah Jokowi tercetak di atasnya. Kalaupun ada, itu hanya spanduk kecil dan poster di puskesmas yang berisi tentang pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Melalui penataan PKL, perubahan manajemen pelayanan administrasi publik hingga penataan kawasan, merupakan cara yang dipilih Jokowi untuk memopulerkan produknya. Dan, pada akhirnya terbukti bahwa langkah yang terkadang kontroversial itu, membuat dia lebih populer lagi.

SOCIAL MEDIA
http://twitter.com/jokowi_do2
http://www.facebook.com/jokowi

Profil Dahlan Iskan


Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar yang sedang sakit.

Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati (catatan tersebut dapat dibaca di Pengalaman Pribadi Menjalani Tranplantasi Liver) pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang penglaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina.

Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.

Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.

Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.

Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer

Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.

Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.

Kesemek yang semakin Langka


Kesemek Si Buah Kaki yang bermanfaat?. Kok ‘buah kaki’, bukannya ‘buah tangan’?. Buah kaki di sini memang menjadi salah satu sebutan buah kesemek yang diambil dari nama latinnya, Diospyros kaki Kaki ini sendiri berasal dari bahasa Jepang yang merupakan nama nama zat tanin yang dihasilkan buah kesemek ini.

Kesemek merupakan buah-buahan dari genus Diospyros dan masih berkerabat dekat dengan Eboni (Diospyros celebica) dan Ajan Kelicung (D. macrophylla). Namun berbeda dengan Eboni dan Ajan Kelicung yang lebih kerap dimanfaatkan kayunya, pemanfaatan Kesemek sejatinya lebih pada buahnya. Meskipun saat ini buah Kesemek termasuk salah satu buah yang langka lantaran kalah bersaing dengan berbagai jenis buah lainnya.

Kesemek selain dikenal sebagai buah kaki juga disebut sebagai Semek, Buah Samak, dan Tasmak (Bahasa Banjar). Sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Oriental persimmon. Dan nama ilmiah tumbuhan ini adalah Diospyros kaki Thunb. yang mempunyai beberapa nama sinonim diantaranya: Diospyros amara Perrier, Diospyros argyi H.Lév., Diospyros bertii André, Diospyros costata Carrière, Diospyros kaempferi Naudin, Diospyros mazelii E.Morren, dan Diospyros sinensis Naudin.


Buah kesemek yang semakin langka dan sulit ditemukan

Diskripsi Pohon dan Buah. Pohon Kesemek mempunyai ketinggian hingga 15 meter, batangnya relatif pendek dan bengkok-bengkok, banyak cabang, serta menggugurkan daun. Daun tersusun dalam dua deret, tersusun berseling, bertangkai pendek sekitar 3 cm, berbentuk bundar, bulat telur sampai jorong, berwarna hijau kuning mengkilap dengan ukuran sekitar 2,5-15 × 5-25 cm.

Bunga jantan tersusun dalam malai pendek yang berisi 3-5 kuntum sedangkan bunga betina soliter yang terletak di ketiak daun, berbilangan 4. Buah kesemek merupakan buah buni berbentuk gepeng membulat dan bersegi empat. Buahnya berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi jingga kekuningan sampai merah saat masak dengan diameter antara 2-8 cm. Buah kesemek sekarang sudah sulit dijumpai atau hampir punah.

Pemanfaatan Kesemek. Buah kesemek (Diospyros kaki) dapat dimakan langsung dalam keadaan segar setelah direndam (diperam) dengan air kapur, untuk menghilangkan rasa sepat dan getahnya. Biasanya. Buah juga dapat dikeringkan atau diolah menjadi selai, agar-agar, es krim dan lain-lain.

Buah kesemek segar mengandung 19,6 % karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa, 0,7% protein, vitamin A, kalium, zat tanin, kalsium, fosfor, retinol, dan senyawa anti oksidan. Zat tanin (dinamai tanin-kaki) terkandung dalam buah kesemek yang muda sehingga menimbulkan rasa sepat. Zat tanin ini akan berkurang seiring dengan masaknya buah.

Zat tanin-kaki ini dimanfaatkan untuk mengawetkan berbagai kerajinan tangan, membantu produksi arak-beras di Jepang, serta bahan pengobatan penyakit hipertensi. Sedangkan zat-zat lain yang terkandung dalam buah kesemek dipercaya mampu menjadi obat berbagai penyakit seperti asma, batuk, dan sakit perut.


Pohon kesemek yang sedang berbuah lebat

Asal-usul dan Persebaran. Buah kesemek memang bukan buah asli Indonesia apalagi tanaman endemik. Kesemek diyakini berasal dari China yang kemudian tersebar secara alami hingga ke Jepang. Pada masa kolonial dimungkinkan tanaman ini menyebar ke Eropa, Amerika dan berbagai wilayah di Asia termasuk Indonesia.

Di Indonesia tumbuhan Kesemek sempat banyak dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai tanaman buah. Namun seiring dengan masuknya berbagai jenis buah-buahan, popularitas Kesemek semakin pudar. Saat ini buah kesemek telah menjadi salah satu buah yang sulit ditemukan dan langka di Indonesia seperti halnya Mundu (Garcinia dulcis), Jamblang (Syzygium cumini), dan Menteng (Baccaurea racemosa).

Sudah jarang terjadi orang membawa ‘buah kaki’ ini sebagai buah tangan. Saya sendiri terakhir kali memakan buah Kesemek ini mungkin sudah lebih dari 10 tahun yang lalu. Kalau sobat, kapan terakhir kali makan buah kesemek?, atau malah belum pernah?.

Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Plantae. Divisi: Magnoliophyta. Kelas: Magnoliopsida. Ordo: Ericales. Famili: Ebenaceae. Genus: Diospyros. Spesies: Diospyros kaki.

Referensi:

www.theplantlist.org/tpl/record/kew-2769959
www.plantamor.com/index.php?plant=486
id.wikipedia.org/wiki/Kesemek
Gambar: commons.wikimedia.org/wiki/Diospyros_kaki

Flora yang Dilingdungi di Indonesia


1. Balam Suntai (Palaquium walsurifolium)
2. Bayur (Pterospermum sp)
3. Bulian, Ulin Eusideroxylon zwageri
4. Cendana (Santalum album)
5. Damar, Kopal Keruling (Agathis labillardieri)
6. Durian (Durio Zibethinus)
7. Enau (Arenga pinnata)
8. Eucalyptus (Eucalyptus sp)
9. Hangkang (Palaquium leiocarpum)
10. Hongi / saya (Myristica argentea)
11. Imba (Azadirachta indica)
12. Jambu Monyet (Agathis Lalillardieri)
13. Jelutung (Dyera sp)
14. Kapur Barus (Dryobalanops camphora)
15. Katiau (Ganna metloyauma)
16. Kayu Bawang (Scorodocarpus borneensis)
17. Kayu Hitam (Diospyros sp)
18. Kayu Kuning (Cudrania sp)
19. Kayu Manis (Cinnamomun burmannii)
20. Kayu Sepang (Caesalpina sappan)
21. Kemenyan (Styra sp)
22. Kemiri ( Dipterocarpus sp)
23. Keruling (Dipterocarpus sp)
24. Ketimunan (Timonius sericcus)
25. Kulit Lawang (Cinnamomun cullilawan)
26. Ipil (Instsia amboinensis)
27. Malam Merah (Palaquium gutta)
28. Massoi (Cryptocaria massoi)
29. Mata Buta / Garu (Excoecaria agallocha)
30. Mata Kucing / Damar (Shorea sp)
31. Purnamasada (Cordia subcordata)
32. Sawo Kecik (Manilkata kauki)
33. Sonolkeling (Dalbergia latifolia)
34. Suren (Toona sureni)
35. Taker, Benuang (Duabanga moluccana)
36. Tembesu (Fagraea fragrans)

Rumus Trigonometri

Ini dia bab matematika yang penuh dengan rumus rumus yang harus dihafalkan..
Saya kira, rumus yang saya rangkum ini bisa membantu teman - teman di sekolah ya :D
Selamat Menghafal ! :)



Jika trigonometri didefinisikan dalam segitiga siku-siku, maka definisinya adalah sebagai berikut: 





 

B. Nilai Trigonometri untuk Sudut-sudut Istimewa



C. Rumus-rumus Identitas Trigonometri


D. Rumus- Rumus Trigonometri


E. Aturan Trigonometri dalam Segitiga 



1.    Rumus Cosinus Jumlah dan Selisih Dua Sudut
Rumus cosinus jumlah dua sudut:
cos (A + B) = cos A cos B – sin A sin B

Rumus cosinus selisih dua sudut:
cos (A – B) = cos A cos B + sin A sin B

2.    Rumus Sinus Jumlah dan Selisih Dua Sudut
Rumus sinus selisih dua sudut:
sin (A – B) = sin A cos B – cos A sin B

Rumus sinus jumlah dua sudut:
sin (A + B) = sin A cos B + cos A sin B


RUMUS SUDUT RANGKAP
Sin 2 a = 2 Sin a . cos b
Sin 3 a = -4 Sin3 a + 3 Sin a
Cos 2 a = Cos2 a – Sin2 a
Cos 2 a = 1 – 2 Sin2 a
Cos 2 a = 2 Cos2 a – 1
Cos 3a = 4 Cos3 a – 3 Cos a

RUMUS PERKALIAN SINUS DAN COSINUS
2 Sin a Cos b = Sin (a+b) + Sin (a-b)
2 Cos a Sin b = Sin (a+b) – Sin (a-b)
2 Cos a Cos b = Cos (a+b) + Cos (a-b)
2 Sin a Sin b = – { Cos (a+b) – Cos (a-b) }
Untuk Memudahkan mengingat :
2 S….C … = Sin (J) + Sin (S)
2 C …S … = Sin (J) – Sin (S)
2 C …C … = Cos (J) + Cos (S)
2 S …S …. = – { Cos (J) – Cos (S) }

Untuk memudahkan mengingat :
S ….+ S ….. = 2 S (1/2 J) . C (1/2 S)
S …..- S ….. = 2 C (1/2 J) . S (1/2 S)
C ….+ C ….. = 2 C (1/2 J) . C (1/2 S)
C ….. – C ….. = -2 S (1/2 J) . S (1/2 S)







Nama Latin Tumbuhan & Hewan

Nama latin memang penting diketahui. Apalagi yang sekolahnya di jurusan IPA, pasti ada saja tugas yang mengharuskan untuk hafal nama - nama latin tumbuhan maupun hewan. Berikut adalah daftar nama latin tumbuhan dan hewan :


Nama Tanaman Hias atau Bunga dan Nama Latin
§  Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
§  Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
§  Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
§  Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
§  Cempaka Putih (Michelia alba)
§  Cempaka Kuning (Michelia champaka)
§  Cempaka Telor (Magnolia coco)
§  Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
§  Kenanga (Cananga odorata)
§  Melati Gambir (Jasminum pubescens)
§  Melati Putih (Jasminus sambac)
§  Nibung (Oncosperma tigillarium)


Nama Tumbuhan Obat dan Nama Latin
§  Ciplukan (Physalis angulata)
§  Gambir (Uncaria gambir)
§  Mengkudu (Morinda citrifolia)
§  Sirih (Piper betle)
§  Zodia (Evodia suaveolens)
§   
Nama Tumbuhan Buah dan Nama Latin
§  Alpukat (Persea americana)
§  Apel (Pyrus malus)
§  Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
§  Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
§  Ceremai (Phyllanthus acidus)
§  Delima (Punica granatum)
§  Durian (Durio zibethinus)
§  Duwet (Syzygium cumini)
§  Gayam (Inocarpus fagiferus)
§  Jambu Air (Eugenia aquea)
§  Jeruk Manis (Citrus sinensis)
§  Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
§  Kasturi (Mangifera casturi)
§  Kawista (Limonia acidissima)
§  Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
§  Kemang (Mangifera kemanga)
§  Kelapa (Cocos nucifera)
§  Kepa (Syzygium polycephalum)
§  Kepel (Stelechocarpus burahol)
§  Kersen (Muntingia calabura)
§  Korma rawa (Phoenix paludosa)
§  Lontar (Borassus flabellifer)
§  Mangga (Mangifera indica)
§  Manggis (Garcinia mangostana)
§  Matoa (Pometia pinnata)
§  Menteng (Baccaurea racemosa)
§  Mundu (Garcinia dulcis)
§  Nam Nam (Cynometra cauliflora)
§  Nangka (Artocarpus heterophyllus)
§  Pisang (Musa paradisiaca)
§  Pepaya (Carica papaya)
§  Rambutan (Nephelium lappaceum)
§  Salak (Salacca zalacca)
§  Sawo Kecik (Manilkara kauki)
§  Sawo Manila (Manilkara zapota)
Durian atau Duren (Durio zibethinus)
Durian atau Duren (Durio zibethinus
Nama Tanaman Keras dan Nama Latin
§  Ajan Kelicung (Diospyros macrophylla)
§  Andalas (Morus macroura)
§  Baobab (Adansonia Digitata)
§  Bintaro (Cerbera manghas)
§  Eboni (Diospyros celebica)
§  Gaharu (Aquilaria moluccensis)
§  Gandaria (Bouea macrophylla)
§  Jati (Tectona grandis)
§  Karet (Hevea braziliensis)
§  Kapuk Randu (Ceiba pentandra)
§  Kenari (Canarium ovatum)
§  Kendal (Cordia bantamensis)
§  Kepuh (Sterculia foetida)
§  Kokoleceran (Vatica bantamensis)
§  Limpasu (Baccaurea lanceolata)
§  Maja (Aegle marmelos)
§  Majegau (Dysoxylum densiflorum)
§  Nagasari (Palaquium rostratum)
§  Trembesi (Albizia saman Sin. Samanea saman)

Nama Tanaman Umbi dan Rimpang dan Nama Latin
§  Jahe (Zingiber officinale)
§  Bengkuang (Pachyrhizus erosus)
§  Garut (Maranta arundinacea)
§  Ganyong (Canna edulis)
§  Kedawung (Parkia roxburghii)
§  Lengkuas (Alpinia galanga)
§  Singkong (Manihot esculenta)
§  Ubi Jalar (Ipomoea batatas)
Tumbuhan Rempah dan Nama Latin
1.       Asam Jawa (Tamarindus indica)
2.      Bawang Merah (Allium cepa)
3.      Bawang Putih (Allium sativum)
4.      Cabai (Capsicum annum)
5.      Cabai Rawit (Capsicum frutescens)
6.      Cengkeh (Syzygium aromaticum)
7.      Kencur (Kaempferia galanga)
8.      Lada (Piper nigrum)
9.      Pala (Myristica fragrans)

Tumbuhan Lainnya dan Nama Latin
§  Jagung (Zea mays)
§  Kacang Hijau (Vigna radiata)
§  Kacang Kapri (Pisum sativum)
§  Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)
§  Kacang Panjang (Phaseolus vulgaris)
§  Kacang Tanah (Arachis hypogaea)
§  Kentang (Solanum tuberosum)
§  Kesambi (Schleichera oleosa)
§  Padi (Oryza sativa)
§  Petai Cina (Leucaena leucocephala)
§  Terung (Solanum melongena)
§  Tuba (Derris elliptica)
Nama Latin (Ilmiah) dan Inggris Hewan Mamalia Indonesia:
§  Ajag atau Asiatic Wild Dog (Cuon alpinus)
§  Anjing atau Dog (Canis lupus familiaris)
§  Anoa Pegunungan atau Mountain Anoa (Bubalus quarlesi)
§  Anoa Dataran Rendah atau Lowland Anoa (Bubalus depressicornis)
§  Babirusa atau Babiroussa (Babyrousa babirussa)
§  Bajing Hitam atau Black-striped Squirrel (Callosciurus nigrovittatus)
§  Bajing Kelapa atau Plantain squirrel (Callosciurus notatus)
§  Bajing Tanah atau Three-striped Ground Squirrel (Lariscus insignis)
§  Bajing Terbang Ekor Merah atau Javanese Flying Squirrel (Iomys horsfieldi)
§  Badak Jawa atau Javan rhino (Rhinoceros sondaicus)
§  Badak Sumatera atau Sumatran rhino (Dicerorhinus sumatrensis)
§  Banteng (Bos javanicus)
§  Bekantan atau Long-Nosed Monkey (Nasalis larvatus)
Seekor Bekantan Jantan
Seekor Bekantan Jantan
§  Beruang Madu atau Sun Bear (Helarctos malayanus)
§  Beruk Mentawai atau Pagai Macaque (Macaca pagensis)
§  Binturung atau Binturong (Arctictis binturong).
§  Cecurut rumah atau Asian House Shrew (Suncus murinus)
§  Domba atau Sheep (Ovis aries)
§  Duyung atau Dugong (Dugong dugon)
§  Gajah Sumatera atau Asian Elephant (Elephas maximus sumatranus)
§  Harimau Bali atau Bali Tiger (Panthera tigris balica)
§  Harimau Jawa atau Javan Tiger (Panthera tigris sondaica).
§  Harimau Sumatera atau Sumatran Tiger (Panthera tigris sumatrae)
§  Hiu Tutul atau Whale Shark (Rhincodon typus).
§  Jelarang atau Black Giant Squirrel (Ratufa bicolor)
§  Kambing Hutan Sumatera atau Sumatran Serow (Capricornis sumatraensis)
§  Kambing Ternak atau Domestic Goat (Capra aegagrus hircus)
§  Kancil atau Pelanduk atau Java Mouse-deer (Tragulus javanicus)
§  Kancil Napu atau Greater Mouse-deer (Tragulus napu)
§  Kanguru Pohon Mantel Emas atau Golden-mantled Tree Kangaroo (Dendrolagus pulcherrimus)
§  Kelinci Jawa atau Black-naped Hare (Lepus nigricollis)
§  Kelinci Sumatera atau Sumatran Striped Rabbit (Nesolagus netscheri)
§  Kera Hitam Sulawesi atau Celebes Crested Macaque (Macaca nigra)
§  Kerbau atau Asian Water Buffalo (Bubalus bubalis)
§  Kijang atau Red Muntjac (Indian Muntjac)
§  Kucing atau Cat (Felis catus)
§  Kucing Bakau atau Fishing Cat (Felis viverrinus)
§  Kucing Emas atau Asian Golden Cat (Felis temmincki)
§  Kucing Hutan atau Leopard Cat (Prionailurus bengalensis)
§  Kucing Merah atau Borneo Bay Cat (Pardofelis badia)
§  Kubung atau Sunda Flying Lemur (Cynocephalus variegatus)
§  Kukang Besar atau Greater Slow Loris (Nycticebus coucang)
§  Kukang Borneo atau Bornean Slow Loris (Nycticebus menagensis)
§  Kukang Jawa atau Javan Slow Loris (Nycticebus javanicus)
§  Kuskus Beruang atau Bear Cuscus (Ailurops ursinus)
§  Kuskus Gebe (Phalanger alexandrae)
§  Kuskus Gunung atau Mountain Cuscus (Phalanger carmelitae)
§  Kuskus Matabiru atau Blue-eyed Cuscus (Phalanger matabiru)
§  Kuskus Pulau Obi atau Obi Cuscus (Phalanger rothschildi)
§  Landak atau Malayan Porcupine (Hystrix brachyura)
§  Landak Jawa atau Sunda Porcupine (Hystrix javanica)
§  Landak Sumatera atau Sumatran Porcupine (Hystrix sumatrae)
§  Landak Kalimantan atau Bornean Porcupine (Thecurus crassispinis)
§  Lumba-lumba hidung botol atau Common bottlenose dolphins (Tursiops truncatus)
§  Lutra (Lutra lutra)
§  Lutung Dahi Putih atau White-fronted Langur (Presbytis frontata)
§  Lutung Jawa atau Javan Langur (Trachypithecus auratus)
§  Lutung Merah atau Maroon Leaf Monkey (Presbitys rubicunda)
§  Macan Dahan Sumatera atau (Neofelis diardi diardi)
§  Macan Dahan Kalimantan atau (Neofelis diardi borneensis)
§  Macan Tutul Jawa atau Java Leopard (Panthera pardus melas)
§  Mentilin atau Horsfield’s Tarsier (Tarsius bancanus)
§  Monyet Ekor Panjang atau Crab-eating Macaque (Macaca fascicularis)
§  Monyet Jambul atau Tonkean Macaque (Macaca tonkeana)
§  Musang Air atau Otter Civet (Cynogale bennettii)
§  Musang Akar atau Small-toothed Palm Civet (Arctogalidia trivirgata)
§  Musang Luwak atau Common Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus)
§  Musang Rase atau Small Indian Civet (Viverricula indica)
§  Orangutan Kalimantan atau Bornean Orangutan (Pongo pygmaeus)
§  Orangutan Sumatera atau Sumatran Orangutan (Pongo abelii)
§  Owa Jawa atau Silvery Javan Gibbon (Hylobates moloch)
§  Paus Bongkok atau Humpback Whales (Megaptera novaeangliae)
§  Paus Biru atau Fin Whale (Balaenoptera physalus)
§  Pesut Mahakam atau Irrawaddy Dolphin (Orcaella brevirostris)
§  Pulusan atau Hog Badger (Arctonyx collaris)
§  Rungka atau Thomas’s Langur (Presbitys thomasi)
§  Rusa Bawean atau Bawean Deer (Axis kuhlii)
§  Rusa Sambar atau Sambar Deer (Cervus unicolor)
§  Rusa Timor atau Timor Deer (Cervus timorensis)
§  Rusa Totol atau Axis Deer (Axis axis)
§  Tapir atau Asian Tapir (Tapirus indicus)
Tapir
Seekor Tapir
§  Sapi Ternak atau Cattle (Bos taurus)
§  Siamang atau Siamang Gibbon (Symphalangus syndactylus)
§  Sigung atau Indonesian Stink Badger (Mydaus javanensis)
§  Surili Jawa atau Javan Surili (Presbytis comata)
§  Tarsius (Tarsius spectrum)
§  Tarsius Kerdil atau Pygmy Tersier (Tarsius pumilus)
§  Tarsius Siau atau Siau Island Tarsier (Tarsius tumpara)
§  Trenggiling Jawa atau Sunda Pangolin (Manis javanica)
§  Tupai Kekes atau Javan treeshrew (Tupaia javanica)